BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ada 20 adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan wanita muda Samsiah (25) karena dipukul mertuanya, Nor (44) di Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup pada Kamis (20/9/2018).
Kapolsek Kapuas Murung, Ipda Subandi mengungkapkan itu usai rekonstruksi di Mapolsek Kapuas Murung pada Rabu (17/10/2018) siang.
Dalam rekontruksi terungkap bahwa tersangka memukul korban menggunakan besi atau tojok (alat mengangkat buah sawit) pada bagian bahu hingga leher sehingga korban tewas.
Menurut Kapolsek, pemukulan menggunakan tojok tersebut dilakukan dua kali di dapur rumah korban, saat suami korban bernama Suriansyah sedang tidur di kamarnya.
"Pemukulan terjadi pada adegan ke-9 dan 10 sehingga membuat korban yang saat itu sedang menggendong anaknya tersungkur di lantai dapurnya," ungkap Ipda Subandi kepada wartawan, Rabu (17/10/2018) sore.
--page
Tidak hanya sampai disitu. Ssetelah memukul korban hingga tersungkur, pelaku juga menginjak bagian bahu korban yang kemungkinan diduga menyebabkan lehernya patah sehingga meninggal dunia.
"Pada adegan ke-11, korban yang sudah tersungkur karena dipukul dengan beisi itu diinjak, hingga tak berdaya lagi," ungkapnya.
Setelah melakukan pemukulan tersebut, tersangka pergi keluar rumah. Sedangkan suami korban terbangun setelah mendengar suara tangisan anaknya di dapur dan mendatanginya hingga melihat kondisi korban sudah tersungkur.
"Kemudian pada adegan ke-15 suaminya melihat tubuh korban tersungkur dan membalikannya. Namun dengan paniknya dia meminta pertolongan keluar mendatangi penjual kue di dekat kediamannya," bebernya.
Akhirnya kasus tersebut diungkap kepolisian. Hasil otopsi terhadap jenazah korban semuanya mengarah pada perbuatan tersangka. (DODI RIZKIANSYAH/m)








