BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelemahan ringgit Malaysia telah membantu laju positif harga minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan awal pekan ini.
Untuk perdagangan Selasa (23/10/2018), harga CPO diperkirakan melanjutkan penguatannya, yang kembali berharap pada masih melemahnya mata uang Malaysia terhadap dolar AS.
Sejak Senin (22/10/2019), ringgit terus melemah terhadap dolar AS dan menyentuh level terendah dalam satu tahun.
"Pelemahan mata uang ringgit dapat meningkatkan permintaan CPO akibat harganya menjadi lebih murah," kata tim Analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya.
Selain itu, kenaikan harga minyak kedelai juga menjadi sentimen positif bagi CPO. Kompetitor minyak nabati ini naik sekitar 0,4% pada akhir pekan lalu, kemudian berlanjut naik 0,3% pada Senin pekan ini.
--page
"Jika kurs ringgit terus mengalami pelemahan di sisa perdagangan hari ini, CPO berpotensi mempertahankan penguatan dengan rentang perdagangan potensial di kisaran 2.225 - 2.255 ringgit per ton," kata Monex. (NEDELYA RAMADHANI/m)








