JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit  mentah (CPO) berjangka berpotensi menembus level support di RM2.219 per ton, dan jatuh lagi ke level  support berikutnya di RM2.199.

Menurut analis komoditas dari Reuters, Wang Tao, kedua level support tersebut mengacu pada level proyeksi 50% dan 38,2% dari pola kenaikan gelombang C dari posisi level rendah pada 20 September di RM2.137.

"Harga kontrak CPO gagal mendekati level resistance kunci di RM2.262. Kegagalan itu menunjukkan bahwa gelombang C bisa jadi sudah selesai," ungkapnya, seperti dikutip The Edge Markets.

Beberapa sinyal juga berbalik menuju pelemahan dalam chart harian, menyusul kegagalan harga menembus level resistance di RM2.246.

"Kegagalan ini mengonfirmasi adanya gerakan menurun, yang memungkinkan harga akan menguji kembali level support di RM2.144. Dan kalau pun berbalik naik, akan terbatas di RM2.238," ucapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)