BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka ada peluang bergerak naik ke level support RM2.138 per ton pekan ini.
Menurut analis komoditas Reutres, Wang Tao, pergerakan harga CPO itu diprediksi akan berada di kisaran RM2.162-2.182 per ton.
ia mengatakan level support itu didukung proyeksi penurunan gelombang C sebesar 76,4% dari level RM2.265. Itu diperkuat oleh dua support lainnya, yakni satu di RM2.137, yang merupakan level terendah pada 20 September, dan satu lagi di RM2.144 pada chart harian.
Secara bersama, kedua level support ini dapat menahan penurunan dan menopang pembalikan ke atas. Namun, minyak sawit juga dapat tembus level RM2.144 dan turun menuju RM1.967, yang diindikasikan oleh adanya gelombang turun.
Pada akhir pekan lalu, harga CPO berjangka diprediksi berpotensi menembus level support di RM2.219 per ton, dan jatuh lagi ke level support berikutnya di RM2.199.
--page
Wang Tao menyebut kedua level support tersebut mengacu pada level proyeksi 50% dan 38,2% dari pola kenaikan gelombang C dari posisi level rendah pada 20 September di RM2.137.
"Harga kontrak CPO gagal mendekati level resistance kunci di RM2.262. Kegagalan itu menunjukkan bahwa gelombang C bisa jadi sudah selesai," ungkapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








