SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Fitriani, alias Fitri, membela ayahnya AF, alias A, yang membunuh M Zaidi alias Didi alias Unyir yang sempat menjalin asmara dengannya. 

Itu terungkap saat Fitri mengatakan kalau korban didorong ayahnya setelah cek cok. Korban tidak dilempar ke sungai melainkan didorong saja hingga korban Unyir ditemukan tewas mengapung di Sungai Mentaya tanpa busana.

"Bukan dilempar tapi didorong saja," kata Fitri saat rekonstruksi di lokasi kejadian kompleks pelabuhan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Sampit, Kabupaten Kotim, Rabu (31/10/3018).

Fitri juga mengaku melihat kejadian itu. Namun setelah kejadian itu, ia langsung diajak pergi oleh suaminya Syarkawi, alias Isar, pada kejadian Senin (1/10/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

Sementara Syarkawi menyebut kalau Fitri adalah istri sahnya. Warga Desa Bapanggang Raya itu menyebut kalau ia dan Fitri sudah lima tahun berumah tangga. Namun tidak memiliki anak.

--page

"Anak hanya dengan istri sebelumnya, kalau dengan dia tidak ada," ucap pria yang terpaut jauh umurnya dengan Fitri itu. (NACO/B-2)