JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga CPO bergerak melemah pada perdagangan Rabu (7/11/2018) untuk menyentuh level terendah tiga tahun karena mengikuti pergerakan harga minyak nabati lainnya dan harga minyak mentah. 

Nilai kontrak CPO bulan Januari di Bursa berjangka Malaysia saat ini bergerak turun ke level RM2.107, yang juga merupakan level terendah sejak September 2015. 

Trader di Kuala Lumpur mengatakan bahwa penurunan harga CPO berjangka mengikuti pelemahan harga minyak nabati dan minyak mentah. 

Selain itu, pelemahan harga CPO berpotensi terbatas di tengah pasar yang mencerna pengumuman yang datang dari pemerintah Indonesia, produsen dan ekspor terbesar minyak sawit, kata Tim Analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya, Rabu.

Dalam sebuah konfrensi industri pekan lalu, pemerintah Indonesia mengatakan akan mempertimbangkan pengurangan pajak ekspor minyak sawit dalam upaya mempertahankan posisi di pasar internasional untuk komoditas tersebut. 

--page

"Pergerakan harga minyak sawit saling berkaitan dengan harga minyak mentah, karena minyak kedelai digunakan sebagai bahan baku untuk biodisel," ujar analis Monex.

Harga minyak mentah turun pada Rabu karena kenaikan cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute, yang dilaporkan pada akhir perdagangan hari Selasa menunjukkan kenaikan 7,8 juta barel dari pekan lalu yang naik 5,7 juta barel.

Sementara itu, harga minyak kedelai, di nilai kontrak kedelai bulan Desember di Chicago turun 0,1%, dan untuk kontrak minyak kedelai Januari di Dalian turun 0,3%.

Untuk harga CPO kontrak Januari 2019 pada hari ini dibuka di level RM2.109, dengan level tertingginya di RM2.129 dan level terendahnya di RM2.105. Harga saat ini sedang berada di level RM2.107. (NEDELYA RAMADHANI/m)