JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan melanjutkan pelemahannya, karena secara teknikal CPO sudah memasuki zona jenuh jual. 

Meski demikian, peluang untuk penguatan juga sudah dekat. Hanya saja harga CPO masih diliputi aura bearish, karena CPO masih berada di bawah EMA 25 (exponental moving average) dan EMA 50, yang mengindikasikan kondisi bearish masih mengendalikan pasar, menurut analisis Oriental Pacific Futures (OPF). 

"Belum ada tanda-tanda pemulihan. Untuk pekan ini, harga CPO kemungkinan masih melanjutkan pelemahannya," kata OPF. 

Jika CPO gagal menembus di bawah level support pertama, harga bakal diperdagangkan menuju level resistance pertama.

"Garis resistance akan beradas di kisaran 2.100 dan 2.180, di mana garis support akan bertengger di kisaran 2.020 dan 2.000," sebut OPF.

--page

Pada akhir pekan lalu, CPO anjlok 5,39 persen menjadi 2.042, dibandingkan dengan harga penutupan akhir pekan sebelumnya di level 2.152, sehingga secara total terjadi penurunan sebesar 110 poin.

Adapun volume perdagangan rata-rata naik dari 34.866 kontrak menjadi 35.590 kontrak dibandingkan pekan sebelumnya, atau secara total terjadi kenaikan 2,08 persen meski mengalami pelemahan harga selama tiga sesi perdagangan mulai dari Senin, Rabu dan Kamis. (NEDELYA RAMADHANI/m)