BORNEONEWS, Sampit - Perekonomian yang lesu saat ini sangat berdampak pada penerimaan pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) yang belum mencapai target penerimaan pajak, meskipun akhir 2018 tinggal satu bulan lagi.
"Memang lesunya perekonomian saat berdampak langsung pada target penerimaan pajak, terutama pada saat lesunya sektor perkebunan sawit dan juga tambang," ujar Kepala Kanwil DJP Kalselteng Cucu Supriatna, Rabu (28/11/2018).
Dirinya menerangkan, selama ini pihaknya mengandalkan dari sektor batu bara dan kelapa sawit. Namun dalam beberapa tahun terakhir tidak terlalu bagus, bahkan untuk kelapa sawit sendiri harganya turun. Sehingga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak.
"Tahun lalu sebenarnya masih bagus, namun karena kelapa sawit terus menurun harganya, membuat pencapaian target juga jadi kendala," ungkap Supriatna.
Keadaan tersebutpun membuat target pajak cukup sulit dicapai. Apalagi pada 2018 ini, target pihaknya dalam penerimaan pajak yaitu Rp14,6 triliun, namun hingga November ini baru tercapai Rp10,7 triliun.
--page
Sehingga sampai berakhirnya 2018, pihaknya menargetkan pencapaian hingga 90%.
Hal tersebut juga terjadi pada Kantor Pajak Pratama Sampit, dimana target 2018 yakni Rp1,883 triliun, namun baru tercapai Rp1 triliun saja. Sehingga sangat sulit untuk mencapai target yang sudah ditentukan tersebut.
Dengan keadaan tersebut, dirinya sangat berharap agar perusahaan maupun pengusaha baik itu PT, CV, maupun perorangan bisa taat dalam pembayaran pajak. Meskipun diketahui bahwa saat ini ekonomi sedang lesu. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








