BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Apiknya performa bursa saham global, termasuk bursa Asia pada perdagangan Jumat pagi ini (28/12/2018), diharapkan dapat memberikan dukungan bagi penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada akhir pekan ini.
Jika performa positif bursa saham itu direspons pasar di bursa komoditas, ada kemungkinan harga CPO akan melanjutkan penguatannya hari ini, kata pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Jumat.
Untuk diketahui, harga CPO berjangka di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sekitar 1%, Kamis (27/12/2018), sekaligus menghentikan rentetan pelemahan dalam empat sesi sebelumnya, yang didukung oleh menguatnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
Harga CPO kontrak Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,9% menjadi RM2.113 (US$506,11) per ton pada sesi pertama perdagangan Kamis, setelah sempat naik 1,7% menjadi RM2.129.
"Minyak sawit mendapat dukungan dari pulihnya harga minyak nabati pesaing sawit," kata pelaku pasar tersebut, mengacu pada pergerakan harga minyak kedelai di CBOT.
--page
Menurut dia, penguatan di bursa saham global juga turut mendorong penguatan harga CPO berjangka.
Pada perdagangan sesi pertama Jumat, bursa saham Tokyo dibuka menguat, dengan indeks Nikkei naik hampir 4,00 persen mencapai level psikologis 20.000 setelah indeks Dow Jones di Wall Street mencatat rebound signifikan semalam.
Pada pukul 09.15 waktu Tokyo, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 737,18 poin atau 3,81 persen, dari tingkat penutupan Rabu (26/12) menjadi diperdagangkan di 20.064,24 poin.
Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 9,65 poin atau 0,16 persen menjadi 6.200,29, sedangkan indeks LQ45 bergerak naik 2,41 poin atau 0,24 persen menjadi 990,41. (NEDELYA RAMADHANI/m)








