BORNEONEWS, Palangka Raya - Vaksinator Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Agung Priantoko mengatakan, ternyata di Kota Cantik ini ada banyak masyarakat yang memelihara hingga puluhan ekor anjing dan kucing.
"Di tiap-tiap titik saya temukan banyak yang memelihara anjing dan kucing. Yang paling baru bahkan saya temui sebuah keluarga yang memelihara 14 ekor anjing dan 10 ekor kucing. Sebelumnya ada juga yang pelihara kucing sampai 9 ekor. Banyak yang begitu," kata Agung menceritakan suka dukanya selama menjadi kader vaksinasi sejak tahun 2018 lalu, Selasa (15/1/2019).
Menurutnya, kebanyakan hewan peliharaan ini dilepasliarkan begitu saja. Beberapa yang dianggap galak memang dikurung di kandang atau bahkan dirantai. Namun yang dianggap jinak akan dibiarkan berkeliaran di komplek perumahan.
"Yang dikandang atau diikat tidak terlalu menjadi masalah. Namun yang dilepsliarkan ini yang rentan virus rabies karena berkelahi dengan anjing lain yang mungkin saja sudah terjangkit rabies. Makanya yang dilepasliarkan ini setelah diberikan vaksin rabies akan diberikan kalung oranye, penanda bahwa dia sudah divaksin," jelasnya.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan), DKPP Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa program pemberian vaksin rabies di Kota Palangka Raya kepada hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera terus berlanjut di tahun 2019 ini.
--page
"Masih terus lanjut. Sebenarnya kan memang vaksin rabies ini diberikan setahun sekali. Tapi selain itu juga banyak yang belum tercover tahun lalu. Ini karena kader vaksinasi di Kota Cantik masih sangat sedikit sehingga kesulitan mengcover tingginya permintaan vaksin rabies dari masyarakat," kata drh Eko. (TESTI PRISCILLA/m)








