JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga acuan minyak sawit diperkirakan naik ke level RM2.400 per ton pada akhir Maret mendatang.

Analis industri perkebunan Dorab Mistry menjelaskan bahwa asumsi kenaikan harga minysk sawit itu didasarkan pada kondisi pasar yang sudah "bottomed out".

Selain itu, estimasi yang diberikan Mistry juga mengaci pada asumsi harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$70-US$90 per barel.

"Pasar berharap stok minyak sawit di Malaysia dan Indonesia turun menjadi sekitar 6 juta ton pada April-Mei 2019," ucap Mistry seperti dikutip Reuters medio pekan ini.

Harga minyak sawit jatuh ke level terendah dalam tiga tahun pada November dan Desember, yang diwarnai dengan melonjaknya stok di negara-negara produsen di kawasan Asia Tenggara serta melemahnya permintaan. (NEDELYA RAMADHANI/m)