SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kondisi air Sungai Mentaya yang keruh, menjadi kendala tim Badan Sar Nasional (Basarnas) Pos Sampit untuk melakukan pencarian korban tenggelam dengan cara menyelam. Karena mengganggu penglihatan mereka saat berada di dalam air. 

"Kalau dilakukan dengan cara menyelam, kendalanya adalah air keruh. Sehingga tidak bisa melihat," ujar Komandan Basarnas Pos Sampit Suprapto, Rabu (13/2/2019). 

Selain kondisi air yang keruh, arus Sungai Mentaya juga menjadi kendala. Arus di permukaan tidak sesuai dengan kondisi di dalam. Karena arus di dasar laut lebih kencang. Sehingga sangat membahayakan kalau tidak lebih hati-hati. 

"Jadi hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan penyelaman. Karena berbagai kendala yang dihadapi," kata Suprapto. 

Dengan adanya hal itu, maka pihaknya saat ini masih melakukan pencarian dengan penyisiran di sekitar lokasi pertama korban jatuh yakni di Dermaga Habaring Hurung. Namun hingga berita ini ditulis belum juga ditemukan. 

--page

Sementara, korban sendiri belum diketahui identitasnya. Karena masyarakat yang berada di wilayah tersebut yang sempat melihat, tidak mengenali korban. Selain itu, hingga saat ini belum ada masyarakat yang mengaku kehilangan keluarganya. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)