PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Korban pembacokan berinisial DW (39) mengklarifikasi pemberitaan terkait 'Suami bacok kekasih istri' yang tayang pada Minggu (10/2/2019) lalu. 

Klarifikasi tersebut disampaikan pada Kamis (14/2/2019) siang. DW menceritakan kejadian sebenarnya atas peristiwa penganiayaan yang terjadi di kediaman kekasihnya, R (32) di Jalan Taheta, Palangka Raya, Sabtu (9/2/2019) dini hari.

Pelaku penganiayaan berinisial He alias Me (33) kini sudah ditahan di Polsek Sabangau. Sebenarnya, He dan R sudah pisah ranjang dari statusnya nikah secara adat.

Diberitakan sebelumnya disebutkan bahwa He datang ke rumah R. Ketika sampai, He melihat R berduaan dengan DW hingga He mengamuk menggunakan senjata tajam.

Cerita tersebut diklarifikasi korban bahwa ternyata bukan demikian. Justru korbanlah yang datang untuk membuktikan omongan orang yakni R bersama laki-laki.

--page

"Jadi tidak seperti apa yang dituduhkan saya selingkuh. Justru waktu itu dia (pelaku) yang sudah datang lebih dulu dan saya ingin membuktikan omongan orang (terkait kabar R masih berhubungan dengan HE),” katanya.

“Terjadinya itu ya gara-gara aku ingin membuktikan omongan orang sehingga ada keributan,” imbuhnya.

Korban menceritakan, sebelum kejadian, mulanya R datang menemuinya di sebuah barak tempat korban nongkrong pada Jumat (8/2/2019) malam. R lalu meminta uang untuk membeli makan. Kemudian, R pamit pulang ke rumah dengan alasan perut sakit.

Sekitar pukul 21.30 WIB, R kembali menemuinya. 30 menit kemudian, R pulang ke rumah. Setelah itu, korban mendapat kabar bahwa ada laki-laki lain di rumah R. Korban pun mengonfirmasi R melalui pesan WhatsApp dan R menyangkalnya. R kembali datang dan bertanya siapa orang yang mengatakan hal itu. Setelah diberitahukan, R pulang.

“Saya penasaran dengan kata-kata orang bahwa ada laki-laki lain. Kemudian saya mendatangi rumahnya untuk membuktikan kebenarannya,” ceritanya.

--page

Sesampainya, ia mengetuk jendela dan pintu rumah R. “Setelah dibuka (oleh R) saya masuk ke rumah. Dia (R) berusaha menghalangi saya tapi saya tetap langsung masuk. Sesampai di depan pintu mau masuk kamar, pelaku langsung membacok saya. Berarti dia sudah ada di dalam,” tambah dia.

“Setelah itu saya berlari meminta tolong. Saya tidak sadar ketika saya dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

Cerita tentang krarifikasi ini disebut korban juga sudah disampaikan ke penyidik Polsek Sabangau pada hari ini. Sebenarnya ia masih perlu menjalani perawatan.  

Korban menambahkan, hubungan asmara dengan R baru-baru saja terjalin. Ini dilakukan karena diketahui R sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan He. Bahkan, korban menyebut hubungannya sudah disetujui keluarga mereka. 

Pada Desember 2018 lalu, mereka berencana menikah. Namun ditunda karena pada tanggal 22, ibu dari korban masuk ke rumah sakit.

--page

Saat ditanya apakah akan melanjutkan hubungan dengan R? Korban menjawab sepertinya tidak akan berlanjut. “Seperinya tidak lagi. Sudah cukup saja,” tuturnya. (TIM/B-2)