BORNEONEWS, Sampit- Seorang pemuda asal Kecamatan Kedung Rejo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, tewas setelah dikeroyok empat preman.
Pelaku pengeroyokan ada empat orang. Tiga di antaranya telah diamankan aparat kepolisian.
Korban bernama Agri Deva Aminudin. Peristiwa nahas itu terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotim pada Sabtu (16/2/2019) dini hari, pukul 02.30 WIB.
Saat itu korban baru keluar dari tempat hiburan malam di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, bersama rekannya.
Saat menyeberang jalan dari Hotel Wella, datang empat orang laki-laki menggunakan dua sepeda motor sambil memainkan gas motornya hingga mengeluarkan suara bising.
--page
Korban yang masih berusia 25 tahun itu pun menegur para pelaku untuk pelan-pelan.
Namun para pelaku tersinggung dan mendatangi korban. Tidak ada basa basi, korban langsung dipukuli. Salah seorang di antara pelaku membawa balok kayu.
Korban terjatuh bersimbah darah. Warga sekitar dan rekan korban berusaha memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD dr Murdjani Sampit. Namun, nyawa korban tidak bisa terselamatkan.
Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel saat dimintai konfirmasi, Minggu (17/2/2019), mengatakan pihaknya telah menangkap tiga orang pelaku.
"Benar adanya kejadian ini. Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan ke RSUD dr Doris Sylvanus. Dirujuk dari Sampit ke Palangka Raya. Semoga amal ibadah korban dapat menjadi pahalanya di akhirat. Pelakunya telah ditangkap oleh Polsek Baamang," kata Kapolres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)








