BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah tren pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) yang sudah memasuki hari keempat di zona negatif, muncul harapan dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang dapat memberikan sentimen positif.
Hingga Senin (11/3/2019) pukul 15:00 WIB, harga CPO kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali terkontraksi sebesar 0,38% ke posisi RM2.117 per ton (US$517,86/ton). Itu merupakan posisi terendah selama 2019. Sejak awal tahun, harga CPO sudah terpangkas 0,19%.
Pasar komoditas, khususnya minyak sawit, saat ini masih dibayangi oleh melimpahnya pasokan di pasar. Rilis data oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menyebutkan jumlah ekspor minyak sawit Malaysia pada Februari berkurang sebanyak 21,4% menjadi hanya 1,32 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya (MoM). Bahkan jumlah tersebut berada di bawah konsensus pasar yang memprediksi angka ekspor berada di level 1,43 juta ton.
Adapun produksi minyak sawit Malaysia juga terpangkas 11,1% MoM menjadi 1,54 juta ton pada Februari, angka itu juga lebih rendah dari konsensus pasar. Artinya, pengurangan produksi melampaui ekspektasi pelaku pasar.
Untuk stok minyak sawit mencatat kenaikan bulanan sebesar 1,3%. Kondisi ini jelas menjadi sentimen negatif terhadap pasar.
--page
Sementara itu, harga minyak mentah naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), terangkat oleh pernyataan Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih, yang menyatakan pemangkasan produksi di kalangan negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) harus dilakukan setelah Juni, yakni OPEC menggelar pertemuan.
Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 0,72 dolar AS atau 1,28 persen menjadi 56,79 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei menguat 0,84 dolar AS atau 1,28 persen menjadi ditutup pada 66,58 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Kenaikan harga minyak mentah menguntungkan bagi CPO, karena minyak sawit menjadi bahan baku untuk pembuatan biofuel. (NEDELYA RAMADHANI/m)








