SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringim Timur (Kotim) Ary Dewar menegaskan, penyertaan modal untuk PT Bank Pembangunan Kalteng (BPK) bisa membawa dampak pada peningkatan sumbangan di sektor pendapatan asli daerah (PAD).

Meski begitu, ia tetap meminta Bank Kalteng meningkatkan pelayanan  kepada masyarakat, khususnya di Kotim.

Ary Dewar melanjutkan, dengan adanya penyertaan modal dari Pemkab Kotim setidaknya bisa memperkuat permodalan Bank Kalteng. "Di samping itu, baik untuk efisiensi dan produktivitas pemanfaatan sumber daya dalam rangka meningkatkan  ekonomi daerah," katanya, Senin (1/4/2019).

Untuk itu, Ary Dewar berharap penyertaan modal ke Bank Kalteng dapat bermanfaat secara ekonomi maupun sosial dalam rangka meningkatkan PAD serta menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi makro dan UMKM.

Ia juga menekankan agar peran sosial Bank Kalteng terhadap masyarakat harus maksimal. Seperti CSR hendaknya bisa diarahkan dengan baik dan maksimal.

--page

Dijelaskannya dalam rencana perda tentang penyertaan modal untuk PT Bank Pembangunan Kalteng, akumulasi jumlah dana dari Pemkab Kotim cukup besar.

Hingga 2018 lalu, penyertaan modal dari Pemkab Kotim ke Bank Kalteng sebesar Rp43 miliar. Sedangkan pada 2019 hingga 2023 sebesar RP39,77 miliar. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp82,77 miliar. (NACO/B-3)