JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan positif harga minyak sawit mentah (CPO) tak jua menguat setelah pada perdagangan Kamis (25/4/2019) kembali melemah akibat tekanan dari turunnya harga kedelai di AS.

Sentimen negatif lain adalah proyeksi produksi minyak sawit yang lebih rendah dari perkiraan, kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Jumat (26/4/2019).  

Harga CPO berjangka kontrak Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 0,6 persen menjadi RM2.157 ($521,77) per ton, setelah sempat menguat ke level RM2.179.

"Pasar saat ini masih bergerak sideways, menunggu arah dan sentimen baru," katanya. 

Sementara itu, ekspor minyak sawit Malaysia naik antara 1,4-8,9 persen selama 1-25 April dibandingkan bulan sebelumnya.

--page

Melemahnya ringgit biasanya direspons positif oleh pasar. Mata uang Malaysia itu melemah 0,2 persen menjadi 4,1340 per dollar AS.

Untuk pasar komoditas lain, di Chicago harga minyak kedelai kontrak Mei turun 0,5 persen pada Rabu dan menguat 0,3 persen pada Kamis.

Harga kedelai dalam tekanan akibat meningkatnya pasokan dan meredupnya prospek ekspor dari AS. (NEDELYA RAMADHANI/m)