BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diprediksi menguat menuju level RM2.091 per ton, setelah berhasil menembus resistance di RM2.034 per ton.
Menurut analis teknikal energi dan komoditas Reuters, Wang Tao, menyebut penguatan itu ditopang oleh apiknya kinerja ekspor sawit Malaysia.
Pada perdagangan Kamis (16/5/2019), harga CPO menanjak ke level tertinggi dua pekan berkat tingginya permintaan minyak nabati dan juga ditunjang menguatnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade.
Harga CPO acuan kontrak Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2,5% menjadi RM2.096 ($503,48) per ton.
Seorang pelaku pasar di Jakarta, Jumat (17/5/2019), mengatakan tren positif ekspor sawit Malaysia yang berlanjut, direspons positif pasar.
--page
Tak hanya itu, berlanjutnya penguatan harga minyak nabati pesaing minyak sawit, ikut mendorong penguatan harga CPO, karena minyak sawit dan minyak nabati berbasis kedelai bersaing di pasar global. (NEDELYA RAMADHANI/m)








