PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS,  Palangka Raya - Wali kelas almarhum yang menjadi korban pembunuhan ayah kandungnya mengaku kesal ketika mendengar muridnya dibunuh oleh ayahnya sendiri. 

"Jujur saya sangat kesal dengan kejadian ini.  Anak yang sangat baik kok tewasnya dibunuh oleh ayahnya sendiri," ujar Walikelas IX 1, Helmiati, 2 September 2019.

Meski kesal,  Helmi akhirnya membeberkan jika dilihat psikisnya almarhum sangat terlihat ada rasa takut. Selain itu ada indikasi kurang kasih sayang. 

" Lihat saja raut wajah dan juga tingkah laku korban yang banyak berdiam diri. Kalau prediksi saya, dia sepertinya ada rasa ketakutan dan kurang kasih sayang,” tutur Helmiati.

Tidak hanya Helmi,  para sahabat seangkatannya juga mengisahkan demikian.  R menuturkan selama kurang lebih tiga tahun berteman sama almarhum dirinya sangat senang. Meski pendiam tetapi almarhum memiliki jiwa sosial yang tinggi. 

--page

“Saya merasa kehilangan. Tidak ada lagi teman yang suka traktir di kantin kalau saat istrhat, " kisah R sedih. 

Sekedar informasi,  pelajar salah satu sekolah di Palangka Raya tersebut tewas mengenaskan usai tertusuk pisau oleh ayah kandungnya MR di Klampangan,  Sabtu,  31 Agustus 2019. (ARNOLD/B-5)