PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banyak warga kota Palangka Raya dinilai tidak kooperatif dalam mengungkap kasus kebakaran hutan dan lahan yang berada di lingkungan sekitarnya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul R. K. Siregar melalui Bhabinkamtibmas Polsek Pahandut, Aiptu Toha, Senin 9 September 2019.

"Yang menjadi masalah dilapangan ialah masih ditemukan banyak masyarakat yang tidak mau bekerja sama atau kooperatif ketika menelusuri tentang kasus karhutla," ujar Toha.

Lanjutnya, ini kendala yang sering saya temukan dilapangan. Pokoknya ketika ditanya pasti banyak yang tidak mau memberikan keterangan terkait lahan terbakar didepan mata mereka. 

Keengganan masyarakat untuk memberikan keterangan tersebut menurut Toha bisa dikarenakan rasa takut jika nantinya berurusan dengan pihak kepolisian. 

--page

"Dugaan saya mereka takut terjadi sesuatu dengan diri mereka jika memberikan keterangan tentang peristiwa kebakaran yang terjadi dilingkungan sekitar mereka. Atau bisa jadi takut berurusan dengan pihak kepolisian," jelasnya. 

Meskipun mengalami kendala demikian,  polisi suka blusukan tersebut mengatakan masih juga ada warga sekitar mau menjelaskan apa adanya tentang terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berada disekitar mereka. 

"Biar banyak yang kurang kooperatif, tetapi ada satu dua warga yang mau terbuka apa adanya tentang terbakarnya lahan disekitar lingkungan mereka," bebernya. (ARNOL/B-5)