PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran ingin Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya bisa dilengkapi Instrumen Landing System atau ILS dari yang saat ini kategori 1 bisa menjadi 2 untuk mengatasi saat cuaca kabut asap.

Keinginannya ini sebagai langkah minimal bandara mampu melayani pendaratan dan lepas landas saat kabut asap.

Diketahui, banyak jadwal penerbangan yang terpaksa batal karena kabut asap menyelimuti Kota Cantik. Hal ini juga demi keselamatan penumpang.

Menjawab keinginan tersebut, Eksekutif General Manajer PT Angka Pura II, Siswanto mengatakan ISL di bandara saat ini memang masih kategori 1. Jarak pandangnya sekitar 800 meter.

"Jujur, ILS 2 belum ada di Indonesia. Rencananya baru mau dipasang di Bandara Soekarno Hatta dan untuk memasang ILS tidak sekadar memasang. Dari bandara harus ada penyesuaian fasilitas," katanya.

--page

Siswanto mencontohkan saat ini runway atau landasan pacu 2.500 meter dengan lebar 45 meter. Untuk memenuhi ILS 2 harus diperlebar minimal menjadi 60 meter seperti di Soekarno Hatta. Selain itu masih banyak lainnya yang perlu dilengkapi.

Sementara itu General Manajer AirNav Indonesia, Cabang Palangka Raya, Buyung Prastiono mengapresiasi langkah gubernur, bahkan dia mengacungi jempol atas ide itu.

"Saya salut dengan gubernur. Keinginannya untuk membantu masyarakat Kalteng dengan bersurat kepada bapak Menhub untuk memberikan ILS kategori 2 di Bandara Tjilik Riwut, saya acungi jempol," katanya.

"Karena niatnya itu baik. Kalau niat baik pasti akan dapat pahala," imbuhnya. Buyung juga menyebut AirNav dan Angkasa Pura siap bersama-sama membantu mewujudkan keinginan tersebut.

Bahkan, juga siap membuat kajian karena banyak pekerjaan rumah atau PR yang harus dituntaskan. Di sisi lain pemerintah terus berupaya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

--page

Selain bekerja keras, juga melakukan ikhtiar doa bersama salah satunya melalui salat Istisqa memohon diturunkannya hujan. Tidak hanya itu juga melakukan rekayasa atau hujan buatan. Upaya tersebut membuahkan hasil.

Sebab Jumat 20 September 2019, hujan turun meski belum merata. Berdasarkan data yang tergabung dalam grup Emergency Respon Palangka Raya atau ERP, sejumlah titik yang mengalami hujan yakni Jalan Kinibalu, Soedirman, Diponegoro, Kereng Bangkirai, G Obos dan MH Thamrin.

Kemudian Jalan Yos Sudarso, Jati Raya IV, Temanggung Tilung, Adonis Samad, Kompleks Bandara, Jalan Kapten Tendean dan Jalan Tjilik Riwut Km 15. Masih banyak titik yang belum diguyur hujan.

Pascahujan, keesokan harinya atau Sabtu 21 September 2019 asap pekat masih melanda. Namun pada hari ini Minggu, 22 September 2019 kabut asap mulai berkurang. (BUDI YULIANTO/B-6)