BORNEONEWS, Sampit - Hujan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan imbas dari hujan buatan di Kota Palangka Raya.
"Hujan yang terjadi di Kotim ini salah satunya merupakan imbas dari rekayasa cuaca di Palangka Raya," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit Nur Setiawan, Senin, 7 Oktober 2019.
Meskipun merupakan imbas dari rekayasa cuaca di Palangka Raya, saat ini cuaca di Kotim sudah mulai memasuki transisi dari kemarau ke musim hujan. Dan rekayasa cuaca tersebut dapat mempercepat turunnya hujan di Kotim.
"Cuaca di Kotim saat ini merupakan masa transisi. Sehingga rekayasa cuaca yang dilakukan semakin cepat menurunkan hujan deras," kata Setiawan.
Ia juga mengatakan bahwa pada Minggu, 6 Oktober 2019, di Palangka Raya dilakukan rekayasa cuaca dengan menabur garam sebanyak 800 kilogram. Hal itu dapat membuat intensitas hujan meningkat hingga 100 mili meter yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin, 7 Oktober 2019 dini hari.
--page
Hujan diprediksi masih akan terjadi hingga 5 hari ke depan. Kemungkinan besar pada pertengahan Oktober 2019 ini cuaca di Kotim sudah masuk musim hujan. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








