BORNEONEWS, Sampit - Za (39) orang yang punya ide bobol mesin ATM milik BRI sengaja mendatangkan rekannya, Rl, ke Sampit untuk memuluskan perbuatannya itu.
Saat pelimpahan tahap II di Kejeksaan Negeri Kotawaringin Timur, Rabu, 9 Oktober 2019 diceritakan keduanya. Saat itu Reval sedang ada di Bekasi lalu dihubungi Zahiya agar ke Sampit bersamanya membobol ATM.
Karena Za tahu kalau Rl bisa membobol ATM dengan bermodalkan obeng, kawat dan pelat. Sesampainya di Sampit keduanya melancarkan perbuatannya itu.
"Salah satu ATM BRI yang kami bobol di Jalan Pelita," kata Zahiya, kepada penuntut umum.
Perbuatan itu dilakukan pasa Sabtu, 17 Agustus 2019 sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Pelita, Sampit atau depan Toko Karya Jaya berawal saat keduanya berangkat dari PT Agro Bukit sekitar pukul 24.00 WIB
--page
Sesampainya di Sampit keduanya menuju Taman Kota Sampit, di situ keduanya mengopi sebelum akhirnya mencari mesin ATM yang bisa mereka bobol dengan peralatan yang sudah disediakan seperti obeng kawat dan plat.
Sesampainya di lokasi melihat kondisi sepi keduanya melancarkan perbuatannya itu. Bermodalkan peralatan itu dan kartu ATM tersangka mereka berhasil mengambil uang sebesar Rp 1 juta kemudian melarikan diri.
Zahiya merupakan warga yang tinggal di Jalan Antang Barat 3, Gang Garuda, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim. Sementara Rl, warga asal Sumatera Selatan. (NACO/B-2)








