BORNEONEWS, Sampit – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Jalan HM Arsyad dan Jalan Jenderal Sudirman Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 27 Agustus 2026, menyebabkan jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas.
Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas harus meningkatkan kewaspadaan. Asap yang menyelimuti badan jalan bahkan membuat sejumlah pengendara memilih berhenti sementara untuk menghindari risiko kecelakaan.
Abdi Rahman, warga yang melintas di Jalan HM Arsyad sekitar pukul 13.00 WIB, mengatakan kondisi asap di sekitar kawasan tersebut cukup pekat. Lokasi kebakaran berada di dekat Rumah Potong Hewan (RPH) Sampit.
"HM Arsyad, sebelah RPH Sampit. Asap tebal, jalan sampai tidak terlihat. Beberapa motor memilih menepi. Kami tadi terpaksa menerobos. Angin kencang membuat abu beterbangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kobaran api berada cukup dekat dengan badan jalan. Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa mengkhawatirkan, terutama ketika asap dan abu terbawa angin ke arah jalan.
"Api tepat di tepi jalan. Jadi kami tadi melewatinya harus klakson terus agar pengendara lain mengetahui keberadaan mobil kami," katanya.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, Rini, warga setempat, juga menyampaikan bahwa kobaran api mulai mendekati sejumlah bangunan. Di sekitar lokasi terdapat toko dan kawasan rumah warga.
"Api sudah dekat toko dan perumahan. Cuacanya berangin, jadi api cepat menyebar," ungkapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 1,5 Sampit. Asap dari kebakaran lahan di sekitar kawasan tersebut turut mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Kabut asap yang masuk ke ruas jalan menjadi perhatian karena dapat mengurangi visibilitas pengendara. Terlebih, kondisi angin yang cukup kencang berpotensi membawa asap dan abu semakin luas. (DEWI PATMALASARI/H)









