PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - DPW Partai NasDem dan PKS Kalteng memberikan sinyal kuat akan koalisi di Pilkada 2020.

Semakin meyakinkan setelah melakukan silaturahmi di kantor NasDem, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya, Sabtu 2 November 2019.

Tidak hanya itu, juga dibacakan kesepahaman politik Partai NasDem dan PKS yang telah disepakati oleh Dewan Pengurus Pusat atau DPP.

"Iya ada pembicaraan tentang koalisi. Kami sudah menjadi bagian keluarga, diawali dari silaturahmi DPP. Dengan begitu, maka tidak ada batasan lagi untuk bersama membangun daerah ini," kata Ketua Bapilu Partai NasDem, Ujang Iskandar.

"Mudah-mudahan dengan berkoalisi itu, bisa berbuat banyak untuk pembangunan di Kalteng," ungkapnya.

--page

Sementara itu Ketua DWP PKS Kalteng, Heru Hidayat mengatakan bahwa keinginan untuk berkoalisi memang ada. Apalagi demi pembangunan Kalimantan Tengah ke depannya.

Berkaitan dengan kesepahaman politik partai NasDem dan PKS, berikut bunyinya.

Pada hari Rabu 30 Oktober 2019 fungsionaris DPP Partai NasDem telah bertemu fungsionaris DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), MD Building Jl. TB. Simatupang No. 02, Jakarta.

Kedua partai bertemu dalam rangka silaturahim kebangsaan dan saling menjajaki untuk menyamakan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dewasa ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh rasa persaudaraan tersebut, kedua partai politik memiliki kesempatan sebagai berikut:

--page

1. Saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing partai. Partai Nasdem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara dari luar pemerintahan.

Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik Nasdem yang berjuang di dalam pemerintahan.

Perbedaan sikap politik kedua partai tersebut tidak menjadi penghalang bagi Nasdem dan PKS untuk berjuang bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan memperkuat fungsi checks and balances di DPR RI.

Demokrasi yang sehat itu penting, untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang politik, ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya.

2. Senantiasa menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan baik dan benar, keluhuran akhlak dan keteladanan sebagai dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi dan lainnya yang bertentangan dengan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

--page

3. Kami menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerjasama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai agama dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa ini dengan saling menghormati, saling memahami dan saling bekerjasama dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai atau golongan.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi pertemuan ini dan senantiasa memberikan kekuatan kepada kedua partai untuk senantiasa berkomitmen pada kesepahaman ini. (BUDI YULIANTO/B-6)