SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta mewaspadai adanya aksi penipuan di media sosial (medsos) dengan menggunakan modus akun kloning milik para pejabat dan juga para tokoh. Karena hal tersebut saat ini sedang marak. 

"Masyarakat harus waspada penipuan di medsos, terutama akun kloning dari para pejabat dan tokoh agama serta masayarakat," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Kamis, 6 November 2019. 

Salah satu yang saat ini marak terjadi adalah penipuan melalui facebook. Para pelaku melakukan kloning akun FB milik salah satu tokoh agama atau pejabat. Jadi akun tersebut menggunakan nama yang sama dan foto yang sama. 

Setelah itu, melakukan permintaan pertemanan. Setelah diterima, mereka langsung beraksi dengan berpura-pura meminjam uang atau meminta isikan pulsa. Nanti saat ketemua akan dibayar dengan uang lebih. Tidak jarang masayarakat ada yang tertipu akan tindakan para pelaku. Dan baru sadar setelah melakukan kroscek dengan pemilik akun asli tersebut. 

"Kejadian seperti saat ini marak terjadi, dan hal itu harus diwaspadai oleh masyarakat," kata Rommel. 

--page

Selain FB, pelaku juga ada yang melakukan penipuan menggunakan whatsapp. Dengan menggunakan nomor baru, namun nama dan foto korban dipakai. Modusnya juga sama meminta uang atau pulsa. 

Guna menghindari menjadi korban akun kloningan tersebut. Masayarakat diimbau agar sering-sering melakukan kroscek, dan finalcek. Sehingga dapat mengetahui apakah hal itu benar atau hanyalah akal-akalan pelaku untuk meraup keuntungan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)