BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaingin Timur, Muhmmad Arsyad mendorong agar pemerintah kabupaten menyediakan angkutan pelajar hingga ke daerah di luar kota Sampit.
Hal ini agar memudahkan mereka, pelajar berangkat ke sekolah tanpa harus mengendari motor sendiri. Penyediaan angkutan pelajar ini juga untuk mendukung program pemerintah untuk mengurangi angka putus sekolah.
Bukan tidak mungkin banyak anak berhenti sekolah karena terkendala jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah, sementara mereka tidak mempunyai kendaraan sendiri.
"Seperti di Kecamatan Cempaga, pelajar di sana sangat membutuhkan angkutan yang mencukupi, layak dan laik sesuai aturan keselamatan," kata Arsyad, Sabtu, 7 Desember 2019.
Dia mengakui sejumlah masyarakat di daerah itu menyampaikn keluhannya. Sebab para orang tua khawatir anaknya membawa kendaraan sendiri.
--page
Mereka berharap ada angkutan yang memadai dan laik keselamatan agar anak mereka bisa pergi dan pulang sekolah dengan nyaman.
"Operasionalnya bisa saja dari Desa Luwuk Bunter ke Rubung Buyung, dan itukan satu arah saja sehingga bisa mengakomodir pelajar yang sebagian saya lihat jalan kaki berkilo-kilometer itu,”katanya
Angkutan khusus pelajar dibutuhkan karena tidak semua orangtua mempunyai sepeda motor untuk mengantar anak mereka sekolah.
Selain itu, membiarkan pelajar mengendarai sepeda motor sendiri juga merupakan kesalahan. Selain melanggar aturan lalu lintas, hal itu juga sangat berisiko terjadi kecelakaan karena dikhawatirkan tidak hati-hati atau malah ugal-ugalan.
--page
Menurut anggota Komisi II ini, saat ini ada kecamatan yang sudah memiliki angkutan pelajar, namun kondisinya sudah memprihatinkan. (NACO/B-5)








