BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi langit berawan tebal dan diselingi hujan terjadi beberapa saat sebelum puncak gerhana matahari sebagian, di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis, 26 Desember 2019 membuat proses tertutupnya matahari oleh bayangan bulan tidak bisa diamati.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Iskandar Kelas III Kobar Slamet Riyadi menjelaskan dari pantauan radar cuaca, nampak kondisi awan di angkasa Pangkalan Bun dan sekitarnya mengumpul dan menutupi pandangan ke angkasa.
"Diprediksi saat puncak gerhana sebagian sekitar pukul 12.52 WIB kondisi hujan masih terjadi," jelas Slamet.
Slamet menjelaskan, bila kondisi cuaca cerah, magnitudo atau besar piringan matahari yang tertutup bulan sekitar 0,876, sehingga dalam kondisi tersebut matahari yang terlihat seperti bulan sabit.
"Namun bila cuaca cerah sekalipun, wilayah Kobar dan sekitarnya tidak mengalami kegelapan total. Intensitas cahaya matahari diperkirakan mirip saat hari sedang mendung," jelas Slamet.
--page
Menurutnya dalam fenomena gerhana matahari cincin tersebut hanya bisa disaksikan dari 25 kota dan kabupaten di 7 Provinsi di Indonesia
"Untuk di Pulau Kalimantan fase totalitas Gerhana Matahari Cincin bisa disaksikan di Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Putussibau di Provinsi Kalbar. Dua provinsi lainya yaitu Tanjung Redeb Kaltim dan Tanjung Selor Kalimantan Utara," jelas Slamet. (WAHYU KRIDA/B-5)








