SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pencarian nelayan tenggelam di Sungai Mentaya, tepatnya di Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpaksa dihentikan sementara. Sebab, kondisi cuaca gelap dan hujan deras. 

"Malam hari tidak bisa kami lanjutkan pencarian, sehingga kami akan melakukan pencarian kembali pada besok hari," ujar Kepala Basarnas Pos Sampit Suprapto, Kamis, 2 Januari 2020. 

Saat ini pihaknya bersama aparat kepolisian, PMI, dan sejumlah pihak terkait sedang beristirahat di POS Angkatan Laut Samuda. Lokasi tenggelamnya nelayan tersebut tidak jauh dari tempat mereka beristirahat. 

"Kami tidak memaksakan diri melakukan pencarian. Karena cukup berisiko terhdap keselamatan," kata Suprapto. 

Korban tenggelam sendiri bernama Marhasan (27). Dirinya terjatuh pada pukul 06.00 WIB pagi, saat sedang mengangkat jala ikan. Namun setelah itu, tidak muncul ke permukaan. 

--page

Sementara, dari data yang dihimpun Borneonews.co.id, korban tenggelam pada saat hendak mengangkat jaring ikan yang terpasang di togo Sungai Mentaya. Entah kenapa, ketika itu iya langsung jatuh ke sungai. 

Sejumlah warga yang melihat awalnya hanya membiarkan saja. Karena mengetahui bahwa korban bisa berenang. Namun beberapa saat setelah itu, mereka langsung panik karena tidak melihat korban muncul ke permukaan sungai. Sehingga pencarianpun dilakukan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)