BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Komisi A DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) akan segera meninjau lapangan, terkait laporan masih maraknya pelangsir BBM di SPBU yang kian semakin meresahkan para supir.
Ketua Komisi A DPRD Kobar Rizky Aditya Putra menyampaikan, terakit dengan semakin maraknya pelangsir BBM yang disampaikan oleh para supir, pihaknya akan mendalaminya terlebih dahulu dengan meninjau langsung ke lapangan.
"Masalah BBM yang dikeluhkan para supir kami belum mendalaminnya. Kami akan segera menindaklanjuti, terjun ke lapangan dan bagaimana solusi ke depannya," ujarnya, Rabu, 8 Januari 2020.
Dalam keluhan para supir, permasalahan ini sudah berlangsung lama, sekitar satu tahunan. Pihaknya baru mengetahui permasalahan tersebut setelah ada laporan langsung dari para supir.
"Karena kami pun baru tau dan mereka baru melaporkan maka kami akan tindaklanjuti. Adapun permasalahan yang mereka sampaikan ialah, terkait antrian. Mereka tidak mendapatkan akses, bahkan adanya pilih kasih," tuturnya.
Adapun isu terkait adanya backing atau pihak yang menggerakkan para pelangsir, Ketua Komisi A tidak mau berspekulasi lebih jauh. Pihaknya akan turun ke lapangan dan melihat langsung apa permasalahan yang sebenarnya terjadi.
"Kami belum menyimpulkan itu. Oleh karena itu kami akan turun ke lapangan untuk melihat permasalahan yang sebenarnya," jelasnya.
Diinformasikan, jika para supir telah mengadu ke DPR lantaran susah mendapatkan BBM, para supir ini harus mengantri selama dua hari baru mendapatkan BBM dan itu dibatasi hanya 80 liter saja. Sementara SPBU seperti memudahkan para pelangsir untuk mengisi BBBM. (DANANG/m)








