BORNEONEWS, Sampit - Polisi masih belum bisa memastikan motif pembunuhan ibu kandung. Pasalnya keterangan tersangka FR sejauh ini masih berubah-ubah. Adapun dugaan sementara, hal itu nekat dilakukan karena FR tidak terima dinasehati ibu kandungnya ES (60).
"Dari keterangan yang kami terima, FR tidak terima dengan nasehat ibunya. Sehingga nekat membunuh. Namun itu belum bisa dipastikan," kata Kepala Desa Tumbang Sangai, Toto, Rabu, 8 Januari 2020.
Sementara, dari informasi lainnya, pelaku sempat mengaku bahwa ada bisikan dari roh halus agar membunuh korban sehingga nekat melakukan aksi keji tersebut.
Keterangan berubah-ubah
Sementara, dari keterangan Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, pihaknya belum bisa memastikan motif dari pembunuhan tersebut. Sebab, tersangka masih memberikan keterangan berubah-rubah.
"Tidak bisa kami pastikan motif dari pembunuhan tersebut, karena pelaku masih memberika keterangan berubah-rubah," kata Rommel.
--page
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 3 orang saksi. Kemungkinan nantinya akan ada saksi yang diperiksa lagi guna mendalami kasus tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








