BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 150 peserta ikuti sekolah keluarga yang digelar oleh Ma'had Al-Qur'an Andalusia Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terdiri dari para orang tua, dan tenaga pengajar dari beberapa Sekolah Dasar (SD) Islam di Kota Sampit, Sabtu, 18 Januari 2020.
"Alhamdulillah ada 150 orang peserta yang ikut," ujar Pimpinan Ma'had Al-Qur'an Andalusia Kalimantan Tengah (Kalteng), yang juga ketua panitia sekolah keluarga Ustadz Wira, Minggu, 19 Januari 2020.
Sekolah keluarga tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman. Sekolah ini sebagai bentuk partisipasi dalam memberikan bentuk pembelajaran kepada orang tua, sebagai pemeran utama pencetak generasi berkualitas.
Karena penting bagi ayah dan bunda untuk mengerti peran mereka dalam menciptakan keluarga ahli surga. Ustadz Bendri, menyampaikan tentang pengertian keluarga idaman adalah keluarga yang diberkahi.
Bukan keluarga yang terlihat kompak, tapi sebenarnya bercerai berai, tidak bersama-sama dalam surganya Allah kelak.
--page
"Keluarga idaman, bukan pula keluarga sukses dgn anak-anak yang cerdas dan berprestasi, tapi tidak memiliki akhlak yang terpuji. Yang kelak mempermalukan negeri," terang Ustadz Bendri.
Tidak hanya meberikan materi saja, namun dirinya juga mengadakan sesi tanya jawab. Dan hal itu ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Bahkan mereka sangat bersemangat untuk mengikuti hal tersebut.
Dirinya juga berharap kepada orangtua agar selalu membawa anaknya ke majlis ilmu. Agar jiwa mereka menjadi bersih. Meskipun saat datang ke tempat tersebut tidak terlalu fokus untuk mendengarkan.
Sekolah keluarga sendiri digelar oleh oleh Ma'had Al-Qur'an Andalusia Kalimantan Tengah (Kalteng), bekerja sama dengan Borneonews, serta di dukung beberapa komunitas, di antaranya, Komunitas Cinta Anak, Samara Comunity, One Day One Juz, Komunitas Sadar Zakat, dan Salimah. (MUHAMMAD HAMIM/)








