SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang pemuda berusia 19 tahun asal Kecamatan Cempaga menjadi korban pengeroyokan. Bahkan aksi itu direkam pelaku.

Selain dipukul dengan tangan, warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim itu dalam video tersebut juga ditendang beberapa kali.

Korban berurai air mata bahkan sampai kencing di celana tidak mereka hiraukan. Bahkan mereka malah menarik-narik rambut korban.

"Kamu kencing di celana, hoooo," teriak oknum pelaku dalam video itu hingga terus memukul dan menedangnya dalam posisi terduduk itu.

Penganiayaan itu mereka lakukan lantaran korban dianggap mengaku-ngaku sebagai anggota kelompok oknum pelaku itu.

--page

"Ini akibatnya kalau kamu mengaku-ngaku itu," ucap pelaku dalam video itu.

Korban sendiri saat melapor di DAD Kotim menyebutkan awalnya ia adalah anggota kelompok itu, namun tidak aktif lagi. Hingga akhirnya ia diminta datang oleh oknum pelaku ke Jalan H Ikap Sampit, dan di situ dianiaya.

Penganiayaan pertama pada Minggu, 9 Februari 2020 sekitar pukul 01.00 WIB, dan Senin, 10 Februari 2020 malam. Penganiayaan pertama dilakukan oleh 4 orang dan kedua 8 orang.

"Saya memang tidak melapor ke orangtua waktu itu, setelah beredar video itu baru (memberi tahu)," tukasnya saat di kantor DAD Kotim, Rabu, 12 Februari 2020.

Dari para pelaku itu hanya tiga yang dikenalinya berinisial GN, AG dan IB. Kini kasus tersebut selain dilapor ke DAD juga sudah secara resmi dilaporkan di Polres Kotim.

"Karena ini sudah dilaporkan ke Polres kita minta diproses hukum positif dan setelah itu kita proses hukum adat," tegas Untung TR, ketua harian DAD Kotim.

--page

Atensi Kapolres Kotim

Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

"Kasus ini menjadi atensi saya. Kami akan berusaha keras sesegara mungkin menangkap pelakunya. Akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Rommel.

Dia juga menyesalkan penganiayaan itu terjadi di wilayah hukumnya. Apalagi, dia berkomitmen tidak akan mentoleransi berbagai bentuk kekerasan yang terjadi.

"Saya tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan yang terjadi di Kotawaringin Timur. Ini demi kenyamanan dan keamanan bersama, terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif," tegas dia. (NACO/B-11)