BORNEONEWS, Sampit - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Said Ismail mengungkapkan, bahwa program Keluarga Berencana (KB), tidak ada paksaan mengharuskan masyarakat memiliki 2 anak.
"Selama ini KB diidentikan dengan 2 anak, sebenarnya itu bukan keharusan," ujar Habib Ismail, saat membuka kegiatan rapat kerja daerah program banggakencana tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Sampit, Rabu, 26 Februari 2020.
Dia berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang benar tentang program KB. Karena prinsip dari KB sendiri yakni keluarga yang terencana.
Mulai perencanaan pernikahan, hingga kelahiran anak, dan jumlah anak. Karena kalau terencana, maka hidup akan bahagia.
"Yang terpenting adalah keluarga yang terencana, bukan harus 2 anak," katanya. Dia berharap agar masyarakat meningkatkan kualitas keluarga.
--page
Sehingga jumlah anak ideal dalam keluarga harus disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan, kesehatan produksi dan dukungan ekonomi.
Sehingga dirinya mengharapkan dinas terkait di seluruh kabupaten di Kalteng ini, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan program kependudukan dan pembangunan keluarga.
"Dengan program KB yang baik, maka akan menimbulkan dampak masa depan yang lebih baik, makmur, dan sentosa," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








