BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemahaman keuangan atau literasi keuangan di kalangan masyarakat Kalteng dalam kurun waktu tiga tahun belakangan meningkat 26,18 persen. Presentase ini berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan atau SNLIK yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
"Di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, indeks literasi keuangan mencapai 37,01% dan indeks inklusi keuangan 74,80%," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy kepada Borneonews pada Selasa, 3 Maret 2020.
Angka tersebut menurutnya meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 26,18% dan indeks inklusi keuangan 60,36%.
"Meskipun lebih rendah dari pencapaian nasional, namun angka tersebut meningkat lebih tinggi dibanding peningkatan nasional dalam 3 tahun terakhir. Yaitu pemahaman keuangan masyarakat sebesar 10,83%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 14,44%," jelas Otto.
Secara nasional, lanjutnya, indeks literasi keuangan mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%, atau dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan masyarakat sebesar 8,33%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 8,39%.
--page
"Survei OJK 2019 ini mencakup 12.773 responden di 34 provinsi dan 67 kota/ kabupaten dengan mempertimbangkan gender dan strata wilayah perkotaan/perdesaan," tambah Otto.
Sebagaimana tahun 2016, katanya, SNLIK 2019 juga menggunakan metode, parameter dan indikator yang sama. Yakni indeks literasi keuangan yang terdiri atas parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku. Sedangkan indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan. (TESTI PRISCILLA/B-7)








