BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa Survei Nasional Literasi Keuangan atau SNLIK menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan Kalteng dalam capaian bagus.
"Apabila kita telaah lebih lanjut berdasarkan strata wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah, indeks literasi keuangan dan inklusi masyarakat perkotaan masing-masing mencapai 38,54% dan 88,02%," kata Otto kepada Borneonews pada Selasa, 3 Maret 2020.
Sedangkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan, lanjutnya, masing-masing mencapai 35,45% dan 61,38%.
"Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender, indeks literasi dan inklusi keuangan laki-laki masing-masing sebesar 43,46% dan 81,15%, relatif lebih tinggi dibanding perempuan masing-masing sebesar 30,53% dan 68,42%," tambah Otto.
Di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah menurut Otto, secara menyeluruh indeks literasi keuangan mencapai 37,01% dan indeks inklusi keuangan 74,80%. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 26,18% dan indeks inklusi keuangan 60,36%.
--page
"Meskipun lebih rendah dari pencapaian Nasional, angka tersebut meningkat lebih tinggi dibanding peningkatan Nasional dalam 3 tahun terakhir, yaitu pemahaman keuangan masyarakat sebesar 10,83%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 14,44%," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-7)








