PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polres Kobar menerjunkan 25 personel untuk menangani dan membantu warga terdampak banjir di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada.

Mereka membantu warga mulai dari membersihkan rumah yang tergenang banjir, mengatur arus lau lintas dan mengevakuasi sejumlah barang milik warga ke tempat yang lebih aman.

Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting menyampaikan, saat terjadi banjir pada Senin, 2 Maret 2020 malam, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk membantu evakuasi dan pengaturan lalu lintas di seputaran area banjir. Kemudian dilanjutkan pada Selasa, 3 Maret 2020, membersihkan rumah warga yang terdampak banjir.

"Kami terjunkan personel sebanyak 25 orang. Malam waktu kejadian sudah ada juga anggota yang ke lokasi dan membantu evakuasi warga, juga barang - barang ke daerah yang tidak terkena dampak banjir," kata Kapolres, Rabu, 4 Maret 2020.

Banjir yang menggenangi hampir seluruh kawasan Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, pada Senin, 2 Maret 2020 malam ini, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kobar beberapa pekan terakhir ini. Sehingga tiga lokasi ini terjadi banjir, di antaranya Kali Kuning, Sungai Pinang dan Sungai Bulin.

--page

Kapolres menambahkan, akibat banjir kurang lebih ada 30 rumah yang terdampak banjir, tepatnya terletak di sepanjang kali kuning Desa Pandu Senjaya.

Selain itu dua akses jalan penghubung hampir lumpuh, akibat terendam banjir dan kerugian akibat banjir tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Untuk posko banjir sudah kita bangun di tiga lokasi yaitu pos terpadu di kantor Desa, posko penampungan warga, dan posko evakuasi guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting mengimbau masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap segala musibah yang terjadi, sepertj banjir dan pohon tumbang bila musim hujan seperti ini. (DANANG/m)