BORNEONEWS, Puruk Cahu - Sekda Kabupaten Murung Raya, Hermon memimpin video conference dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk penanganan penyebaran covid-19.
Dalam paparannya Sekda Hermon menyampaikan Pemkab Murung Raya telah mengambil langkah-langkah dan di antaranya pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19.
Lalu menetapkan status siaga darurat dari tanggal 19-31 Maret 2020, melakukan penggeseran anggaran, telah menganggarkan dana untuk mengantisifasi dan penanganan dampak penularan covid-19 melalui dana biaya tidak terduga (BTT).
Selain itu Gugus Tugas membuat isolasi dengan tim penanganan covid-19 di RSUD Puruk Cahu, menyiapkan alat pelindung diri (APD) hand sanitizer dan kelengkapan lainnya untuk penanganan covid-19, menyiapkan sarana mobilisasi berupa ambulan khusus untuk pasien covid-19, menyediakan penampungan isolasi bagi tenaga medis yang melayani pasien ODP, PDP selama 14 hari di Hotel Ssetia.
Sekda juga menjelaskan dalam melakukan pemantauan kesehatan di 5 titik posko yang tersebar di akses masuk melalui transportasi darat, sungai, dan udara wilayah Kabupaten Mura yakni di Posko Bandara Dirung, Ferry Penyeberangan Mangkahui, Tumbang Lahung, Simpang Polres dan Simpang Laung.
--page
Dia menambahkan langkah lainnya berupa pembagian media promosi atau informasi seperti leaflet, baliho, spanduk terkait covid-19 seluruh kecamatan, melakukan promosi dan edukasi ke tempat umum seperti pasar, rumah makan, tempat hiburan.
Langkah lainnya Pemkab Mura mengeluarkan surat edaran tentang libur sekolah pencegahan covid-19, surat edaran tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) dalam upaya pencegahan covid-19, serta surat bupati perihal pengawasan tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal.
Sekda menyampaikan upaya pencegahan penularan lainnya, Pemkab melalui dinas kesehatan melakukan penyemperotan disinpektan di semua tempat ibadah, gedung pertemuan, kantor layanan publik, bandara dan perusahaan.
Menindaklanjuti anjuran pemerintah pusat dsm provinsi termasuk maklumat Kapolri. Mengajak seluruh umat lintas agama untuk senantiasa berdoa di rumah.
"Termasuk pemantauan dengan dinas terkait terhadap ketersediaan sembako masyarakat di pasar tradisional, pemkab berusaha memutus mata rantai potensi perkembangan penyebaran virus corona," pungkasnya. (RIANSYAH/B-6)








