BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pada pelaksanaan rapid test yang diperuntukkan bagi 47 warga Lamandau bestatus orang dalam pemantauan (ODP) betempat di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lamandau, Jumat 3 April 2020, tampak Bupati Hendra Lesmana dan Plt Kepada Dinas Kesehatan Friaraiyatini mengikuti rapid test.
Meski keduanya saat ini tidak masuk dalam daftar ODP Covid-19, namun bupati maupun Plt Kadinkes masuk dalam kategori orang dengan resiko tinggi, karena aktivitasnya dalam upaya pencegahan Covid-19.
Saat rapid test Covid-19 dengan menggunakan alat sejenis test kit itu, keduanya menjalankan SOP yang ada, termasuk wajib menjawab riwayat aktivitas perjalanan hingga keluhan yang saat ini dirasakan, sebagaimana pertanyaan yang diajukan tenaga medis yang mengambil sampel darah pada rapid test kala itu.
Tenaga medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, kemudian mengabil sampel darah lewat ujung jari tengah tangan sebelah kanan, kemudian sampel darah yang diambil langsung disimpan di alat rapid test yang sudah dibuka dari kemasannya.
Tidak berselang lama setelah sampel darah itu disimpan, alat rapit test itu langsung menunjukkan hasilnya.
--page
Syukurlah, hasil rapid test untuk bupati maupun Plt Kadinkes Lamandau pada alat tersebut menunjukkan strip satu yang artinya negatif.
"Alhamdulillah hasil rapid test-nya negatif. Namun tentu dari hasil ini jangan kemudian lengah, langkah pencegahan harus terus dilakukan. Apalagi rapid test ini juga sifatnya pengecekan dini, yang bahkan menurut berbagai informasi tingkat akurasinya masih di bawah 70 persen," kata Hendra. (HENDI NURFALAH/B-6)








