SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi PKB DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi mengingatkan Bulog untuk memastikan stabilitas ketersediaan hingga harga kebutuhan pokok.

Dengan begitu, katanya, akan membantu masyarakat di tengah kondisi persoalan wabah Covid 19 ini.

Abadi mengaku sudah menanyakan harga bahan pokok di Bulog. Seperti salah satunya beras kita premium 5 kg dijual Rp 53.000/sak, beras kita premium 10 kg Rp 100.000/sak.

Beras medium karung polos 10 kg dijual Rp.93.000/sak, gula pasir 12.500/kg, minyak goreng kemasan 1 ltr 12.500/ liter, terigu kita premium 8.000/kg, daging beku 80.000/kg, bawang merah 40.000/kg, dan bawang putih 50.000/kg.

"Kita inginkan semuanya tersedia. Kalau kosong maka akam percuma, seperti gula misalnya, harga Rp 12.500/ kg tapi kosong percuma saja," kata anggota Komisi II itu, Selasa, 7 April 2020.

--page

Ia menekankan pemerintah agar mengoptimalkan peran Bulog dan BUMD untuk ketersediaan pangan. Sehingga, hasil pertanian masyarakat dapat ditampung.

"Ketidakseimbangan supply demand beras dan gula terlihat saat ini dari harga beras dan gula di pasar yang mengalami kenaikan," ucapnya.

Melalui Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ini, ia berharap Perum Bulog akan lebih optimal dalam menyerap gabah maupun beras dari petani untuk memperkuat stok pemerintah dan dapat menjamin ketahanan pangan.

Ia juga berharap pemerintah selalu menjaga kekuatan stok beras yang dikelola Perum Bulog untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar. Terutama di saat pandemi Covid-19 yang melanda kotim dan sebagai antisipasi paceklik.

Hal ini, lanjut dia, merupakan instrumen pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Selain itu, pemerintah melalui Perum Bulog juga tetap menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) saat terjadi gejolak harga beras di pasar seperti saat ini.

--page

"Sehingga terwujud bahwa Peran Bulog menjaga pilar ketahanan pangan melalui persediaan yang cukup, akses dan harga beras yang terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga," tukasnya.

Pilar ketersediaan, Bulog bertanggung jawab untuk menyerap, memperoleh stok melalui Pengadaan gabah atau beras, dalam jumlah yang cukup untuk kepentingan penyaluran rastra, golongan anggaran dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk kepentingan darurat dan operasi pasar. 

"Kita harus menjaga ketersediaan stok pada kisaran aman atau minimum stock requarement untuk kebutuhan minimal 3 bulan," tandasnya. (NACO/B-7)