BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemkab Barito Timur memfokuskan penggunaan dana tak terduga sebesar Rp 2 miliar untuk penanganan wabah Virus Corona atau Covid-19.
Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengungkapkan dana sebesar itu digunakan untuk penyemprotan disinfektan, penanganan pasien Covid-19, merujuk pasien, pembangunan dan operasional posko, pembuatan ruang isolasi.
"Dana itu juga kita pakai untuk pembelian Alat Pelindung Diri atau APD untuk petugas di puskesmas dan rumah sakit," kata Ampera di Tamiang Layang, Sabtu 11 April 2020.
Menurutnya, pemerintah daerah akan menggunakan dana tersebut seefektif mungkin dan jika wabah ini masih terus berlanjut dan dana tersebut kurang maka pemerintah daerah akan mengusulkan untuk penambahan dana tanggap darurat.
Sedangkan penanganan dampak sosial dan ekonomi dari wabah Covid-19, Pemkab Barito Timur akan menggunakan Dana Insentif Daerah untuk bantuan sosial atau bansos bagi warga miskin terdampak Covid-19.
--page
Sebelumnya, DPRD Barito Timur memutuskan untuk mengalihkan anggaran Bimtek DPRD untuk penanganan wabah Covid-19.
Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio memastikan rencana ini sudah dikonsultasikan secara hukum dengan Kementerian Dalam Negeri dan mendapatkan arahan melalui Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 yang diterbitkan tanggal 14 Maret 2020 serta Instruksi Kemendagri terkait penanganan Covid-19 juga yaitu nomor 1 Tahun 2020 yang diterbitkan tanggal 2 April 2020.
Lanjunya, besaran anggaran untuk satu kegiatan Bimtek yang bisa direlokasi bagi penanganan Covid-19 sekitar Rp 630 juta.
"Untuk sementara itu dulu sambil kita akan lihat perkembangan ke depan, jika diperlukan akan kita tambah termasuk jika pemerintah daerah meminta tambahan anggaran selain Rp 2 miliar dana tak terduga," kata Nursulistio, Kamis kemarin.
Dia juga meminta realisasi anggaran ini dipercepat sehingga dapat segera membantu penanganan Covid-19, dari dampak kesehatan, ekonomi maupun dampak sosial.
--page
"Kita juga akan melihat yang lainnya dana mana pun yang tidak efektif dan bisa digeser atau kegiatan yang bisa ditunda dulu akan kita berikan bagi penanganan Covid-19," tandasnya. (BOLE MALO/B-5)








