TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta pemerintah daerah atau Pemda responsif melaporkan refocusing atau perubahan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Kami ingin Pemda responsif untuk melakukan penanganan dan penyesuaian APBD. Ini kerja orkestra, kita harus sinergi, kerjasama, untuk melakukan penanganan Covid-19, dan kita harus memastikan semua daerah satu visi untuk hal itu,” kata Tito lewat keterangan tertulis pada Selasa, 14 April 2020.
Kementerian Dalam Negeri mencatat masih banyak daerah yang melaporkan data refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
Padahal, berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 yang diteken Tito pada 2 April 2020, pemerintah daerah diminta selambat-lambatnya tujuh hari setelah instruksi diterbitkan melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
Akibat lambatnya kinerja sejumlah kepala daerah menyampaikan laporan hasil penyesuaian APBD, Menteri Keuangan dengan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri melakukan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan atau Dana Bagi Hasil (DBH) sampai dengan disampaikannya laporan dimaksud sesuai peraturan perundang-undangan.
--page
"Bila sampai akhir Tahun Anggaran 2020 daerah yang dikenakan penundaan penyaluran DAU dan/atau DBH tidak menyampaikan laporan hasil penyesuaian APBD, maka besaran DAU dan/atau DBH yang ditunda tersebut tidak dapat disalurkan kembali pada daerah yang bersangkutan,” ujarnya.
Pemerintah kemudian memperpanjang batas waktu penyampaian perubahan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di lingkungan pemerintah daerah, yakni paling lama dua pekan setelah dikeluarkannya Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan dengan Nomor 119/2813/SJ, Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 dalam Rangka Penanganan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.
SKB dua menteri ini ditandatangani pada 9 April 2020. Dengan kata lain, pemerintah diberi waktu menyampaikan laporan hingga 23 April 2020. (TERAS.ID)








