TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur menggunakan Dana Desa sebesar Rp 52 juta untuk untuk pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan dan budidaya ayam petelur.

Kepala Desa Gumpa Salakman menjelaskan, Pemerintah Desa menyiapkan 236 bibit ayam petelur yang akan diternakkan oleh 10 orang warga Desa Gumpa yang sudah mengikuti pelatihan budidaya ayam petelur yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur di Balai Desa Gumpa.

"Kami dari pemerintah desa berharap agar budidaya ayam petelur nanti dapat dikelola dengan oleh warga yanng sudah mengikuti pelatihan sehingga hasil dari budidaya ayam petelur tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ungkap Salakman di Desa Gumpa, Kamis 23 April 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur yang ikut memantau kegiatan pelatihan budidaya ayam petelur di Desa Gumpa berpesan kepada peserta pelatihan agar menekuni usaha tersebut dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

"Dalam kondisi seperti ini, paling tidak dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga bahkan lebihnya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan telur di desa," kata Riza Rahmadi.

--page

Dia juga menyampaikan komitmen Dinas Pertanian untuk mendampingi petani agar berhasil dalam budidaya ayam petelur tersebut.

"Kalau bapak ibu ada kesulitan, tidak usah sungkan atau malu untuk datang ke Dinas Pertanian, nanti kami juga tetap akan bantu kebutuhan obat dan disinfektan," janjinya.

Sedangkan untuk pembuatan kandang ayam, Riza Rahmadi menyarankan petani memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di desa seperti kayu maupun bambu agar dapat menghemat biaya pembuatan kandang.

"Bambu bisa direndam dulu di air selama 2 Minggu biar awet sehingga kandangnya bisa tahan dipakai dalam waktu yang lama," pesan Riza Rahmadi. (BOLE MALO/B-5)