BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana menyemangati warganya yang saat ini menjalani karantina baik yang ada di Mess Desa, Nanga Bulik, maupun 13 anggota keluarga kasus 02 Covid-19 yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Sematu Jaya.
Hal itu dilakukan saat Bupati memantau dan bertemu langsung dengan warga yang menjalani karantina tersebut, Selasa 28 April 2020.
Saat mengunjungi warganya yang menjalani karantina di mess desa, Bupati Hendra yang kala itu datang dengan membawa aneka makanan siap saji untuk bekal warganya buka puasa, juga berbincang langsung dengan perwakilan mereka.
Kala itu, Bupati juga menyampaikan langsung rasa terima kasihnya karena para santri Temboro yang notabene masih berumur belasan tahun itu dengan sukarela dan ikhlas menjalani serangkaian proses yang berlaku berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk mengikuti karantina selama masa tunggu keluarnya hasil swab.
"Terima kasih telah sudi dan ikhlas menjalani ini semua, yakinlah bahwa proses ini adalah jalan terbaik untuk kebaikan semuanya, saya berharap agar adek-adek sekalian tetap semangat. Saya juga pastikan, semua masyarakat senantiasa mendukung dan berdoa agar semuanya baik-baik saja," ucap Hendra Lesmana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Lamandau itu.
--page
Hal senada diungkapkan Bupati saat menyambangi keluarga dari kasus 02 positif Covid-19 di kabupaten Lamandau yang ada di desa Wonorejo, Kecamatan Sematu Jaya.
Sambil menahan rasa haru, Bupati Hendra yang berbincang dari kejauhan itu meminta agar mereka tetap tenang, tidak panik dan tetap mengikuti apa yang menjadi arahan dan yang tengah diupayakan pemerintah daerah saat ini.
"Yang sabar geh bu, Insya Allah semuanya akan baik-baik saja. Bapak (pasien kasus 02) yang kini di rawat (di RSSI Pangkalan Bun) sudah ditangani dengan baik dan Insya Allah sembuh, nanti akan kembali lagi ke tengah keluarga," sebutnya.
Hendra Lesmana juga meminta agar warganya itu tetap memperhatikan kesehatannya, termasuk jangan takut atau segan untuk melapor kepada petugas yang selalu siaga berjaga di sekitaran rumahnya.
"Ini ada bapak-bapak yang bertugas di sini, bapak ibu jangan segan untuk melapor kalau perlu bantuan, nggeh," ucapnya lagi.
--page
Diketahui, warga yang saat ini menjalani karantina di mess desa terdiri dari sepuluh orang santri Temboro-Magetan yang baru kembali ke Lamandau, serta satu warga berstatus orang dengan resiko (ODR) covid-19 yang baru tiba dari Jawa Barat.
Adapun yang menjalani karantina mandiri dengan pengawasan ketat petugas di desa Wonorejo-Semtu Jaya, adalah 13 orang anggota keluarga dari kasus 02 covid-19 di Lamandau. (HENDI NURFALAH/B-5)








