PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa ekonomi di Kalteng pasca penetapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Kota Palangka Raya, diperkirakan akan mengalami perlambatan.

"Merebaknya Covid-19 berdampak terhadap melambatnya perekonomian Global dan Nasional, tidak terkecuali Kalimantan Tengah. Khususnya di Palangka Raya tentu saja jika PSBB ini diterapkan," kata Yudo kepada Borneonews pada Jumat, 8 Mei 2020.

Hal ini, menurut Yudho, dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan 4 tahun 2019 yang mencapai 6,02 persen namun turun drastis saat wabah Covid-19 terjadi di Kalteng mulai awal 2020.

"Sebelum wabah atau triwulan IV tahun 2019 kemarin pertumbuhan ekonomi Kalteng ada di angka 6,02%, kemudian saat wabah atau triwulan I tahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi hanya 2,97%. Artinya terjadi perlambatan cukup signifikan," jelas Yudo lagi.

Sementara ekonomi global, menurut Yudo, diprakirakan tumbuh 2,5% (yoy) pada tahun 2020, melambat jika dibandingkan prakirakaan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,0% (yoy). Ekonomi Nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,2-4,6% (yoy) pada tahun 2020, melambat dibandingkan prakiraaan sebelumnya yang tumbuh pada kisaran 5,0-5,4% (yoy).

--page

"Nah kalau untuk ekonomi Kalimantan Tengah diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,6-6,0% (yoy), atau melambat dibandingkan prakiraan sebelumnya yang berada pada kisaran 6,0-6,4% (yoy), dan capaian tahun 2019 yang tumbuh sebesar 6,16% (yoy)," paparnya. (TESTI PRISCILLA/m)