PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring ke 2 pelabuhan di Kecamatan Kumai dan berencana akan mendorong penambahan rute pelayaran.

Monitoring ini didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kobar Fitriyana dan instansi terkait lainnya. Ke 2 pelabuhan itu yakni Pelabuhan Penumpang Panglima Utar dan UPT Pelabuhan Penyebrangan di Tempenek, Kecamatan Kumai.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kobar, Tuslam Amirudin menyampaikan setelah melakukan kunjungan ini para anggota dewan akan mendorong menambah frekuensi kapal yang masuk ke pelabuhan ini.

"Terkhusus Pelabuhan Tempenek, kita mendorong agar ke depan bisa ditingkatkan lagi frekuensi kapal yang masuk, karena saat ini kapal yang masuk baru ada 1 kapal dengan tujuan Pelabuhan Kendal dan kita akan mencoba untuk menjajaki kemungkinan rute pelabuhan lain," ujarnya.

Lanjutnya, bila memungkinkan bisa kerja sama dengan pelabuhan lain di Jawa Timur, maka aktivitas pelabuhan Roro di Tempenek akan lebih ramai lagi. Namun pemerintah daerah maupun provinsi harus terlebih dulu menyiapkan infrastruktur jalan yang lebih memadai lagi.

--page

"Untuk meningkatkan aktivitas di Pelabuhan Tempenek tentu kondisi jalan harus kita benahi terlebih dulu, termasuk sarana dan prasarana di pelabuhan," katanya.

Rencana ini ke depannya akan meningkatkan pendapatkan daerah, karena pemerintah pusat telah menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Tempenek ke daerah.

Tuslam menambahkan untuk di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Komisi C DPRD Kobar memonitoring dalam pencegahan Covid-19. Pihak kepelabuhan telah menerapkan pencegahan sesuai prosedur protokol kesehatan.

"Hasil monitoring kami ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, di sana khusus pelabuhan penumpang telah menerapkan protokol kesehatan, sehingga bagi penumpang baik yang baru masuk ke pelabuhan, termasuk yang akan berangkat harus melalui pemeriksaan yang ketat guna pencegahan penyebaran Covid-19," tutupnya. (DANANG/B-6)