TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian Barito Timur segera melakukan vaksinasi rabies massal tahun 2020.

Dimulainya vaksinasi massal ini ditandai dengan pencanangan yang dilakukan oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Rabu 17 Juni 2020.

"Vaksinasi rabies massal yang dilaksanakan tahun 2020 ini merupakan kelanjutan kegiatan vaksinasi rabies rutin yang dilaksanakan setiap tahun," ungkap Ampera dalam sambutannya.

Penyakit rabies atau yang dikenal juga dengan istilah anjing gila adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian.

"Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, dan musang," lanjutnya.

--page


Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ.

Dia menjelaskan, pada tahun 2019, menurut laporan Kepala Dinas Pertanian, vaksinasi rabies di Kabupaten Barito Timur telah dilaksanakan pada 6.793 ekor hewan yang terdiri atas anjing 6.754 ekor, kucing 34 ekor serta kera 5 ekor.

"Target vaksinasi rabies Tahun 2020 sebanyak 8.000 ekor," jelas Ampera.

Menurutnya, gerakan vasinasi rabies ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan memberantas penyakit rabies, sehingga Kabupaten Barito Timur pada khususnya dan Provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya dapat dibebaskan dari penyakit rabies.

"Kejadian rabies di Indonesia sudah banyak dilaporkan menyebabkan kematian, mari kita sadari bersama bahwa sumber penularan utama penyakit ini adalah dari anjing yang terinfeksi rabies. Tidak sedikit dana yang telah dianggarkan oleh pemerintah untuk menanggulangi penyakit rabies," paparnya.

--page


Pada tahun 2019 kejadian kasus gigitan positif rabies di Kabupaten Barito Timur terjadi sebanyak 4 kali di Kecamatan Paku yaitu di desa Runggu Raya 2 orang korban gigitan, Desa Tampa 1 orang korban gigitan dan Desa Paku Beto dengan 1 orang korban gigitan.

Semua korban gigitan langsung mendapatkan perawatan dan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) secara lengkap, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain melaksanakan vaksinasi rabies massal, Dinas Pertanian Barito Timur juga melaksanakan sosialisasi tentang penyakit rabies baik secara langsung maupun melalui leaflet, monitoring dan evaluasi rutin kegiatan vaksinasi rabies diseluruh kecamatan di Barito Timur. (BOLE MALO/B-5)