BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemkab Murung Raya (Mura) melalui Gugus Tugas Perpecapatan Penanganan Covid-19 menjadwalkan pelaksanaan rapid test masal bagi seluruh edagang termasuk pengunjung dua pasar tradisional di Kota Puruk Cahu.
Rencana tersebut disampaikanWakil Bupati sekaligusWakil Ketua Gugus Tugas, Rejikinnor S.Sos saat dibincangi awak media beberapa waktu lalu.
Namun untuk tahapan sosialisasi dan jadwal pasti pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan beberapa pihak terkait dan yang pasti dalam wwaktu yang tidak terlalu lama atau beberapa hari kedepan Rapid Test Masal bisa dilaksanakan.
Dikatakan Wabup bahwa pelaksanaan rapid test masal tersebut muncul sesuai dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang saat ini terjadi, dan pasar menjadi lokasi yang paling rentan terhadap penyebaran Virus yang berasal dari Kota Wuhan tersebut.
Dan sebagai langkah antisipasi, tentu Pemerintah Mura memfokuskan pengawasan juga di pasar pasar yang ada karena memang saat ini masih ttetap beraktifits normal dan memang hampir setiap hari dipadati pedagang maupun pembeli.
--page
“ ya kita harus belajar dari yang terjadi di daerah lainnya, dimana sampai ada Cluster Pasar dimana penyebaran Covid-19 di pasar yang berasal dari pedagang atau pembeli. Di Mura hal itu jangan sampai terjadi, sehingga Rapid Test harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebbaran dan mendeteksi dini potensi penyebaran” jelasnya.
Nantinya jelas Wabup tentu ada pedagang yang setuju atau tidak setuju dengan rapid test masal ini, namun nanti akan diberikan sosialisasi dan pengertian bahwa rapid test penting dilaksanakan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Corona Virus.
Sementara itu, dikalangan pedagang sendiri, pro kontra masih mewarnai rencana Rapid Test tersebut, ada yang tidak setuju karena takut ada juga yang mendukung rencana pemerintah tersebut.
Namun rencana rapid test masal di pasar direspon positif oleh masyarakat, mengingat pasar merupakan lokasi rawan penularan, dan bahkan tidak hanya rapid test namun juga harus ada posko pengawasan aktifitas pasar dibangun agar penggunaan masker dan physical distancing bisa dipatuhi.
“Kami kadang takut membeli keperluan sehari hari di pasar, karena masih ada yang bersedakan dan tidak menggunakan masker, saya setuju Pemerintah melaksanakan rapid test dan juga menegaskan anjuran Pemerintah di lokasi pasar agar nanti tidak jadi cluster penularan seperti yang terjadi di daerah lain,” ungkap Rahman salah seroang pengunjung pasar ketika dibincangi. (Trs/B-5)








