MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara sepanjang 2020 telah berhasil mengumpulkan sebesar kurang lebih 60 persen pendapatan asli daerah (PAD).

Perolehan PAD ini didapat DKPP dari hasil penjualan bibit ikan yang dikelola Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Lahei, Trinsing dan di Kantor DKPP Barito Utara.

Dengan perolehan yang ada saat ini, maka diprediksi target PAD yang telah ditetapkan Pemkab Barito Utara dapat terealisasi.

Plt Kepala DKPP Barito Utara, Sugeng mengatakan animo masyarakat untuk berusaha dibidang budidaya perikanan cukup tinggi.

Banyak masyarakat yang membeli benih ikan di BBI atau yang mengajukan permohonan bantuan bibit ikan ke DKPP Barito Utara.

--page

Dari hasil penjualan benih ikan, kini perolehan PAD DKPP Barito Utara telah tembus 60 persen. Target PAD yang ditetapkan Rp 100 juta.

Target PAD ini nilainya sama seperti 2019 dan sebelumnya target tahun ini sempat dipatok Rp 175 juta, namun karena pandemi Covid 19 maka targetnya dikembalikan sama seperti tahun lalu sebesar Rp 100 juta.

Sugeng menambahkan untuk tren saat ini, jenis ikan yang tampaknya diminati oleh masyarakat untuk dibudidayakan adalah jenis gurame.

Ikan ini diminati karena sisi ekonomisnya yang tinggi, sebab untuk harga jualnya di dalam Kota Muara Teweh saja sudah tembus diangka Rp 60 ribu per Kg. (RAMADHANI/B-6)