BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banyaknya peristiwa penyerangan terhadap Markas Komando (mako) Polri oleh orang tidak dikenal (OTK), maka anggota Polres Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini melengkapi diri sengan peralatan baru.
Walau diadopsi dari senjata kstaria Jepang zaman dulu, namun alat ini efektif untuk melumpuhkan dan menangkap OTK yang bakal memgancam keamanan dalam markas.
Kapolres Kobar AKBP E Dharma Bahagia Ginting, Selasa, 21 Juli 2020 menjelaskan alat yang adopsi dari senjata kastia Jepang ini bernama Sasumata.
"Alat ini berbentuk tongkat panjang atau tongkat panjang dan di ujung tongkat tersebut ada besi melingkar. Alat ini untuk menahan, menangkis serta menjatuhkan serangan tunggal sehingga jarak petugas dan pelaku penyerangan tergolong aman," jelasnya.
Dulunya alat ini digunakan oleh Kelas Samurai dari Feodal Jepang guna melumpuhkan seseorang yang mengancam.
--page
"Dengan memanfaatkan alat ini, anggota kami bisa melakukan tindakan terukur untuk melumpuhkan pelaku tanpa melakukan penembakan, sehingga jika pelaku berhasil ditangkap maka kita akan bisa mengembangkan motif dan jaringan mereka," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








